GALERY

Rabu, 26 Juli 2017

BERKEMBANGNYA DUNIA PENDIDIKAN TEKNIK DAN VOKASI



Bagi negara maju, pendidikan teknik dan kejuruan menjadi patokan penting untuk menjamin pembangunan berkelanjutan dan berdaya-maju berjalan lancar. Negara seperti Finlandia, Jepang, Kanada dan Austria persen siswa lulusan sekolah menengahnya yang menjurus kepada pendidikan teknis dan kejuruan mencapai hingga 50 sampai 60%. Ini karena negara itu menargetkan sejumlah besar ahli teknologi, pekerja terampil dan semi yang tinggi untuk menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan dan kualitas.
               Kebijakan ini juga menjadi penekanan karena mereka ingin memastikan modal manusia yang memadai dan tidak tergantung pada tenaga asing yang berkualitas di samping memastikan generasi masa depannya terus terbina sebagai masyarakat berpengetahuan teknologi tinggi.
               Indonesia yang telah memulai keterlibatan serius dalam industri berbasis teknologi tinggi seperti otomotif, garmen, teknologi makanan, elektronik, farmasi dan lain-lain, maka penyediaan sejumlah besar modal manusia terlatih, profesional dan terampil harus dijadikan agenda utama. Negara membutuhkan modal insan terbaik bagi mendukung pengembangan industri dan penguasaan teknologi untuk menghindari ketergantungan total kepada teknologi dan keterampilan dari barat.
               Mengambil contoh di daerah saya sendiri yaitu di Kabupaten Kendal Jawa Tengah, baru-baru ini pemerintah menggancangkan pembangunan industry besar-besaran di daerah Jawa Tengah, dan di Kabupaten Kendal sendiri baru dibangun sebuah kawasan industry yaitu KIK (Kawasan Industri Kendal) yang bertempat di Kecamatan Kaliwungu. Terletak di lokasi yang strategis menghadap laut di Jawa Tengah, kawasan industri ini dibangun sebagai alternatif dari lokasi Industri di Jakarta dan sekitarnya dengan dukungan infrastruktur unggulan, ketersediaan tenaga kerja terampil dengan tingkat upah yang kompetitif.
               KIK, yang luasnya mencapai 2.700 hektar, adalah sebuah kota industri mandiri dengan fasilitas modern dan infrastruktur yang lengkap. Pengembangan tahap I meliputi 860 hektar lahan, yang menawarkan bidang tanah (kavling siap bangun) dan pabrik-pabrik siap pakai serta zona komersial dan hunian. (KIK, 2015)
               Pembangunan industry tentunya membuka peluang bagi masyarakat daerah Kendal dan sekitarnya terutama pelajar-pelajar SMK yang baru lulus. Contohnya SMK Negeri 2 Kendal yang merupakan SMK favorit di Kabupaten Kendal yang mempunyai koneksi kerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar di dalam dan luar negeri. Dan sekarang membangun kerjasama dengan industry besar KIK. Tentu saja nantinya lulusan-lulusan SMK tersebut akan bekerja di KIK, ini membuktikan bahwasanya sekolah teknik dan vokasi akan semakin maju untuk kedepannya dengan di barengi pembangunan-pembangunan industry besar oleh pemerintah.

Referensi:
http://www.kendalindustrialpark.co.id/id/au-introduction.html
 

Senin, 10 Juli 2017

PARADIGMA DUNIA PENDIDIKAN VOKASI



Lebih dari dua dasawarsa pendidikan vokasi kita sesungguhnya lebih condong mengikuti mazhab jerman. Hal ini bukan saja karena jerman memang memiliki tradisi yang gemilang dalam urusan teknologi dan pendidikan vokasi, melainkan juga karena hampir seluruh pakar teknologi Indonesia, belajar dan menyelesaikan studi di german. Terlebih karena factor ketokohan prof. BJ. Habibie yang mendominasi pemikiran pendidikan bermazhab Jerman.
Belakangan, selain Jerman, kita juga mulai melirik Negara-negara asia timur seperti Jepang, korea dan Taiwan. Sebut saja, negara yang disebut terakhir  sedang menajdi perhatian para praktisi pendidikan vokasi di Indonesia. Pada awal Januari 2017 ini, Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti terus meningkatkan program kerja sama dengan berbagai institusi internasional. Yang terbaru adalah kerja sama dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi di Taiwan, baik dalam bidang pendidikan maupun penelitian. (Kompasiana, 2017)
Salah satu indikator era globalisasi adalah ditandai dengan munculnya perdagangan bebas. Menurut Marzuki Usman (2005), pada tahun 2020 yang akan datang merupakan waktu akan dimulainya globalisasi secara total. Perdagangan internasional akan sebebas-bebasnya, baik perdagangan barang maupun jasa, dan investasi internasional. Dengan demikian, barang-barang bebas keluar masuk tidak mengenal batas negara (borderless), Indikasi ini menunjukkan bahwa tenagakerja dengan kualifikasi profesional sangat dituntut dalam pasar bebas. Seiring dengan era globalisasi tersebut terjadi pula perubahan yang sangat cepatdalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut M. Hatta Rajasa (2008), pada awal abad 21 telah tumbuh dengan cepat era informasi (information age) atau era digital (digital age) yang kemudian secara bertahap akan bergeser menjadi era pengetahuan (knowledge age).
Dalam era ekonomi kreatif, laju perubahan arus informasi dan pengetahuan akan berlangsung dengan sangat cepat, sehingga akan dituntut adanya berbagai bentuk pekerjaan baru yang sarat dengan tuntutan untuk terus melakukan akumulasi pengetahuan untuk menghasilkan berbagai inovasi baru (innovation intensive employment). Dengan demikian, konsekuensi yang akan dirasakan dengan adanya ekonomi kreatif ini adalah terjadi tuntutan profil ketenagakerjaan yang selaras dengan perubahan tersebut. (Paradigma Baru PendidikanVokasi, 2012)

Referensi: